Senin, 15 Juli 2013

DAFTAR UNSUR MENURUT NOMOR ATOM

Deret kimia tabel periodik
Logam alkali Alkali tanah Lantanida Aktinida Logam transisi
Logam Metaloid Nonlogam Halogen Gas mulia
No.
atom
Nama Lambang Periode,
Golongan
Massa
(g/Mol)
Massa jenis
(g/cm³)
pada 20°C
Titik
lebur
(°C)
Titik
didih
(°C)
Tahun
penemuan
Penemu
1 Hidrogen H 1; 1 1,00794(7)2 3 4 0,084 g/l -259,1 -252,9 1766 Cavendish
2 Helium He 1; 18 4,002602(2)2 4 0,17 g/l -272,2 -268,9 1895 Ramsay dan Cleve
3 Litium Li 2; 1 6,941(2)2 3 4 5 0,53 180,5 1317 1817 Arfwedson
4 Berilium Be 2; 2 9,012182(3) 1,85 1278 2970 1797 Vauquelin
5 Boron B 2; 13 10,811(7)2 3 4 2,46 2300 2550 1808 Davy dan Gay-Lussac
6 Karbon C 2; 14 12,0107(8)2 4 3,51 3550 4827 prasejarah tak diketahui
7 Nitrogen N 2; 15 14,0067(2)2 4 1,17 g/l -209,9 -195,8 1772 Rutherford
8 Oksigen O 2; 16 15,9994(3)2 4 1,33 g/l -218,4 -182,9 1774 Priestly dan Scheele
9 Fluor F 2; 17 18,9984032(5) 1,58 g/l -219,6 -188,1 1886 Moissan
10 Neon Ne 2; 18 20,1797(6)2 3 0,84 g/l -248,7 -246,1 1898 Ramsay dan Travers
11 Natrium Na 3; 1 22,98976928(2) 0,97 97,8 892 1807 Davy
12 Magnesium Mg 3; 2 24,3050(6) 1,74 648,8 1107 1755 Black
13 Alumunium Al 3; 13 26,9815386(8) 2,70 660,5 2467 1825 Oersted
14 Silikon Si 3; 14 28,0855(3)4 2,33 1410 2355 1824 Berzelius
15 Fosfor P 3; 15 30,973762(2) 1,82 44 (P4) 280 (P4) 1669 Brand
16 Belerang S 3; 16 32,065(5)2 4 2,06 113 444,7 prasejarah tak diketahui
17 Klor Cl 3; 17 35,453(2)2 3 4 2,95 g/l -34,6 -101 1774 Scheele
18 Argon Ar 3; 18 39,948(1)2 4 1,66 g/l -189,4 -185,9 1894 Ramsay dan Rayleigh
19 Kalium K 4; 1 39,0983(1) 0,86 63,7 774 1807 Davy
20 Kalsium Ca 4; 2 40,078(4)2 1,54 839 1487 1808 Davy
21 Skandium Sc 4; 3 44,955912(6) 2,99 1539 2832 1879 Nilson
22 Titanium Ti 4; 4 47,867(1) 4,51 1660 3260 1791 Gregor dan Klaproth
23 Vanadium V 4; 5 50,9415(1) 6,09 1890 3380 1801 del Río
24 Krom Cr 4; 6 51,9961(6) 7,14 1857 2482 1797 Vauquelin
25 Mangan Mn 4; 7 54,938045(5) 7,44 1244 2097 1774 Gahn
26 Besi Fe 4; 8 55,845(2) 7,87 1535 2750 prasejarah tak diketahui
27 Kobalt Co 4; 9 58,933195(5) 8,89 1495 2870 1735 Brandt
28 Nikel Ni 4; 10 58,6934(2) 8,91 1453 2732 1751 Cronstedt
29 Tembaga Cu 4; 11 63,546(3)4 8,92 1083,5 2595 prasejarah tak diketahui
30 Seng Zn 4; 12 65,409(4) 7,14 419,6 907 prasejarah tak diketahui
31 Galium Ga 4; 13 69,723(1) 5,91 29,8 2403 1875 Lecoq de Boisbaudran
32 Germanium Ge 4; 14 72,64(1) 5,32 937,4 2830 1886 Winkler
33 Arsen As 4; 15 74,92160(2) 5,72 613 613
(subl,)
ca, 1250 Albertus Magnus
34 Selenium Se 4; 16 78,96(3)4 4,82 217 685 1817 Berzelius
35 Brom Br 4; 17 79,904(1) 3,14 -7,3 58,8 1826 Balard
36 Kripton Kr 4; 18 83,798(2)2 3 3,48 g/l -156,6 -152,3 1898 Ramsay dan Travers
37 Rubidium Rb 5; 1 85,4678(3)2 1,53 39 688 1861 Bunsen dan Kirchhoff
38 Strontium Sr 5; 2 87,62(1)2 4 2,63 769 1384 1790 Crawford
39 Itrium Y 5; 3 88,90585(2) 4,47 1523 3337 1794 Gadolin
40 Zirkonium Zr 5; 4 91,224(2)2 6,51 1852 4377 1789 Klaproth
41 Niobium Nb 5; 5 92,906 38(2) 8,58 2468 4927 1801 Hatchett
42 Molibden Mo 5; 6 95,94(2)2 10,28 2617 5560 1778 Scheele
43 Teknetium Tc 5; 7 [98,9063]1 11,49 2172 5030 1937 Perrier dan Segrè
44 Ruthenium Ru 5; 8 101,07(2)2 12,45 2310 3900 1844 Klaus
45 Rodium Rh 5; 9 102,90550(2) 12,41 1966 3727 1803 Wollaston
46 Paladium Pd 5; 10 106,42(1)2 12,02 1552 3140 1803 Wollaston
47 Perak Ag 5; 11 107,8682(2)2 10,49 961,9 2212 prasejarah tak diketahui
48 Kadmium Cd 5; 12 112,411(8)2 8,64 321 765 1817 Strohmeyer dan Hermann
49 Indium In 5; 13 114,818(3) 7,31 156,2 2080 1863 Reich dan Richter
50 Timah Sn 5; 14 118,710(7)2 7,29 232 2270 prasejarah tak diketahui
51 Antimon Sb 5; 15 121,760(1)2 6,69 630,7 1750 prasejarah tak diketahui
52 Telurium Te 5; 16 127,60(3)2 6,25 449,6 990 1782 von Reichenstein
53 Yodium I 5; 17 126,90447(3) 4,94 113,5 184,4 1811 Courtois
54 Xenon Xe 5; 18 131,293(6)2 3 4,49 g/l -111,9 -107 1898 Ramsay dan Travers
55 Sesium Cs 6; 1 132,9054519(2) 1,90 28,4 690 1860 Kirchhoff dan Bunsen
56 Barium Ba 6; 2 137,327(7) 3,65 725 1640 1808 Davy
57 Lantanum La 6 138,90547(7)2 6,16 920 3454 1839 Mosander
58 Serium Ce 6 140,116(1)2 6,77 798 3257 1803 von Hisinger dan Berzelius
59 Praseodimium Pr 6 140,90765(2) 6,48 931 3212 1895 von Welsbach
60 Neodimium Nd 6 144,242(3)2 7,00 1010 3127 1895 von Welsbach
61 Prometium Pm 6 [146,9151]1 7,22 1080 2730 1945 Marinsky dan Glendenin
62 Samarium Sm 6 150,36(2)2 7,54 1072 1778 1879 Lecoq de Boisbaudran
63 Europium Eu 6 151,964(1)2 5,25 822 1597 1901 Demarçay
64 Gadolinium Gd 6 157,25(3)2 7,89 1311 3233 1880 de Marignac
65 Terbium Tb 6 158,92535(2) 8,25 1360 3041 1843 Mosander
66 Disprosium Dy 6 162,500(1)2 8,56 1409 2335 1886 Lecoq de Boisbaudran
67 Holmium Ho 6 164,93032(2) 8,78 1470 2720 1878 Soret
68 Erbium Er 6 167,259(3)2 9,05 1522 2510 1842 Mosander
69 Tulium Tm 6 168,93421(2) 9,32 1545 1727 1879 Cleve
70 Iterbium Yb 6 173,04(3)2 6,97 824 1193 1878 de Marignac
71 Lutetium Lu 6; 3 174,967(1)2 9,84 1656 3315 1907 Urbain
72 Hafnium Hf 6; 4 178,49(2) 13,31 2150 5400 1923 Coster dan de Hevesy
73 Tantalum Ta 6; 5 180,9479(1) 16,68 2996 5425 1802 Ekeberg
74 Tungsten W 6; 6 183,84(1) 19,26 3407 5927 1783 Elhuyar
75 Renium Re 6; 7 186,207(1) 21,03 3180 5627 1925 Noddack; Tacke dan Berg
76 Osmium Os 6; 8 190,23(3)2 22,61 3045 5027 1803 Tennant
77 Iridium Ir 6; 9 192,217(3) 22,65 2410 4130 1803 Tennant
78 Platina Pt 6; 10 195,084(9) 21,45 1772 3827 1557 Scaliger
79 Emas Au 6; 11 196,966569(4) 19,32 1064,4 2940 prasejarah tak diketahui
80 Raksa Hg 6; 12 200,59(2) 13,55 -38,9 356,6 prasejarah tak diketahui
81 Talium Tl 6; 13 204,3833(2) 11,85 303,6 1457 1861 Crookes
82 Timbal Pb 6; 14 207,2(1)2 4 11,34 327,5 1740 prasejarah tak diketahui
83 Bismut Bi 6; 15 208,98040(1) 9,80 271,4 1560 1540 Geoffroy
84 Polonium Po 6; 16 [208,9824]1 9,20 254 962 1898 Marie and Pierre Curie
85 Astatin At 6; 17 [209,9871]1
302 337 1940 Corson dan MacKenzie
86 Radon Rn 6; 18 [222,0176]1 9,23 g/l -71 -61,8 1900 Dorn
87 Fransium Fr 7; 1 [223,0197]1
27 677 1939 Perey
88 Radium Ra 7; 2 [226,0254]1 5,50 700 1140 1898 Marie dan Pierre Curie
89 Aktinium Ac 7 [227,0278]1 10,07 1047 3197 1899 Debierne
90 Torium Th 7 232,03806(2)1 2 11,72 1750 4787 1829 Berzelius
91 Protaktinium Pa 7 231,03588(2)1 15,37 1554 4030 1917 Soddy; Cranston dan Hahn
92 Uranium U 7 238,02891(3)1 2 3 18,97 1132,4 3818 1789 Klaproth
93 Neptunium Np 7 [237,0482]1 20,48 640 3902 1940 McMillan dan Abelson
94 Plutonium Pu 7 [244,0642]1 19,74 641 3327 1940 Seaborg
95 Amerisium Am 7 [243,0614]1 13,67 994 2607 1944 Seaborg
96 Curium Cm 7 [247,0703]1 13,51 1340
1944 Seaborg
97 Berkelium Bk 7 [247,0703]1 13,25 986
1949 Seaborg
98 Kalifornium Cf 7 [251,0796]1 15,1 900
1950 Seaborg
99 Einsteinium Es 7 [252,0829]1
860
1952 Seaborg
100 Fermium Fm 7 [257,0951]1


1952 Seaborg
101 Mendelevium Md 7 [258,0986]1


1955 Seaborg
102 Nobelium No 7 [259,1009]1


1958 Seaborg
103 Lawrensium Lr 7; 3 [260,1053]1


1961 Ghiorso
104 Rutherfordium Rf 7; 4 [261,1087]1


1964/69 Flerov
105 Dubnium Db 7; 5 [262,1138]1


1967/70 Flerov
106 Seaborgium Sg 7; 6 [263,1182]1


1974 Flerov
107 Bohrium Bh 7; 7 [262,1229]1


1976 Oganessian
108 Hassium Hs 7; 8 [265]1


1984 GSI (*)
109 Meitnerium Mt 7; 9 [266]1


1982 GSI
110 Darmstadtium Ds 7; 10 [269]1


1994 GSI
111 Roentgenium Rg 7; 11 [272]1


1994 GSI
112 Kopernisium Cn 7; 12 [285]1


1996 GSI
113 Ununtrium Uut 7; 13 [284]1


2004 JINR (*); LLNL (*)
114 Ununquadium Uuq 7; 14 [289]1


1999 JINR
115 Ununpentium Uup 7; 15 [288]1


2004 JINR; LLNL
116 Ununhexium Uuh 7; 16 [292]1


1999 LBNL (*)
117 Ununseptium Uus 7; 17 1


tak ditemukan
118 Ununoctium Uuo 7; 18 1


tak ditemukan
Deret kimia tabel periodik
Logam alkali Alkali tanah Lantanida Aktinida Logam transisi
Logam Metaloid Nonlogam Halogen Gas mulia

PERTOLONGAN PADA PENDERITA KERACUNAN

Pertologan pada penderita keracunan
Umumnya penderita keracunan makanan dapat ditolong dengan memberikan air atau susu. Satu menit pertama adalah saat paling kritis bagi penderita. Usahakan agar penderita dapat muntah yaitu dengan memasukan jari kedalam kerongkongannya, tetapi jangan melakukan itu bila penderita dalam keadaan pingsan atau bila penderita keracunan disebabkan karena : asam kimia, amoniak, sabun, minyak (bensin).
Keracunan Daging/ikan busuk
Daging/ikan yang sudah mulai membusuk apabila dimakan dapat menimbulkan keracunan. Obatnya adalah santan kelapa yang kental, sedikitnya satu gelas besar, diminum. Sesudah itu di lanjutkan untuk meminum air kelapa muda, dapat juga ditambahkan bolusalba (kaolin) sebanyak 20 gram pada air kelapa tersebut.
Keracunan Udang
Udang juga dapat mengakibatkan mabuk. Sebagai penawarnya yaitu dengan kelapa ijo satu buah, diambil airnya untuk diminumi setelah penderita dapat muntah. Agar lekas muntah, gunakanlah telur mentah dikocok dan diminum sampai kenyang. Boleh juga meminum susu sapi mentah.
Keracunan Jengkol
Jengkol mengandung zat asam jengkol yang dapat mengakibatkan keracunan. Peristiwa ini disebut “jengkolan”. Penawarnya adalah dengan meminum air kelapa ijo sebanyak satu gelas minum yang diberi garam dapur sebesar biji kacang ijo. Minumnya sedikit demi sedikit, satu hari satu kali minum.
Keracunan Tempe Bongkrek
Tempe bongkrek sering mengakibatkan keracunan yang disebabkan bakteri Bongkrek. Obatnya adalah kelapa yang telah cukup tua separuh lalu diparut dan diberi air matang satu cangkir, diperas dan disaring lalu diminum. Sesudah itu lalu minum air kelapa ijo satu gelas.
Keracunan Jamur
Jamur juga dapat menimbulkan keracunan. Penawarnya adalah telur ayam satu butir dikocok lalu diminumkan kepada si penderita agar lekas muntah. Sesudah itu diberi minum santan kental atau air kelapa ijo satu gelas.
Keracunan Pestisida
Penderita keracunan pestisida dapat diberi minum air kelapa ijo yang diberi garam dapur sedikit. Sebelumnya diusahakan agar dapat muntah dengan jalan memasukan jari yang bersih ke dalam mulut bagian belakang.
Keracunan Singkong
Singkong jenis Sao Pedro Petro (SPP) yang terkenal dengan sebutan singkong “estepe”, gadung dan kara, terutama kara bengkuk bias membuat keracunan. Minumlah banyak-banyak air kelapa ijo yang diberi garam sedikit. Ada juga yang member campuran bukan garam dapur melainkan gula arena tau gula kelapa.

P3K

P3K
Pertolongan Pertama pada Kecelakaan
Jangan memindahkan atau merubah posisi orang yang terluka, terutama apabila luka-lukanya terjadi karena jatuh seperti jatuh dari ketinggian dengan keras maupun kekerasan lain, pindahkan atau rubah posisi penderita apabila tindakan tersebut bertujuan untuk menyelamatkan dari bahaya lain, segera bertindak cepat apabila penderita mengalami pendarahan, kesulitan bernafas, luka bakar atau kejutan. Apabila penderita muntah-muntah dan anda yakin bahwa tidak ada kemungkinan patah tulang leher miringkan tubuhnya ke satu sisi untuk mencegah kemungkinan tersedak, hubungi dokter dan tanyakan langkah-langkah apa yang harus anda ambil sebelum dokter tiba di tempat si penderita, periksalah keadaan penderita dengan teliti dan hati-hati, jangan sekali-kali mencoba untuk melepas pakaian dari penderita luka bakar.
Jangan mencuci luka bakar tahap tiga (luka bakar tahap tiga adalah luka bakar yang telak merusak lapisan kulit terdalam), segera balut luka dengan penutup steril, jangan berikan cairan apapun kepada penderita yang pingsan atau setengah pingsan karena cairan tersebut dikhawatirkan dapat memasuki saluran pernafasan dan mengakibatkan kesulitan bernafas bagi penderita, jangan mencoba menyadarkan orang yang pingsang dengan menampar wajahnya atau menggoncang-goncangkan tubuhnya bahkan berteriak, jangan berikan alcohol pada penderita yang mengalami luka parah.
Menghentikan Pendarahan
Hentikan pendarahan dengan cara menekan luka atau sekitar luka, apabila luka terlalu lebar mungkin anda harus menekan luka itu sendiri agar pendarahan segera terhenti. Tekan terus menerus dan jangan melepas tekanan tiap sebentar hanyak untuk melihat apakah pendarahan sudah terhenti, jika luka terdapat di kaki atau di tangan, naikan tangan atau kaki sehingga posisinya lebih tinggi dari kepala, lakukan hal ini bila anda yakin tidak ada bahaya lain karena ini akan mengurangi aliran darah, apabila setelah diberikan tekanan dan pendarahan masih belum berhenti, mungkin nadi atau pembuluh darah balik telah terputus, tekan nadi yang di dekat luka untuk menghentikan aliran darah dari jantung ke tempat lain.
  • Apabila luka di sekitar telapak tangan dan jari-jari tangan, tekan nadi di pergelangan tangan.
  • Apabila luka terdapat di lengan, tekankan tangan anda peda nadi di ketiak.
  • Tekan dengan bagian belakang telapak tangan anda pada nadi yang terdapat di pangkal paha bagian depan agak ke bawah (selangkangan).
  • Apabila luka terdapat di leher atau kepala bagian belakang, tekan nadi di leher di bawah telinga.
  • Apabila luka terdapat di wajah, tekankan jari anda pada nadi dibawah rahang bawah.
  • Apabila luka terdapat pada kulit bagian atas kepala, tekan nadi di samping kepala tepat di depan telinga.

Penggunaan semacam saputangan yang diikatkan pada nadi dekat bagian yang luka adalah cara lain untuk menghentikan pendarahan, untuk luka di lengan gunakan saputangan dan lipat kira-kira selebar telapak tangan untuk mengikat lengan atas sedikit di bawah ketiak, untuk luka di kaki buat ikatan yang kuat sedikit di bawah pangkal paha, Ikatan sapu tangan ini hendaknya cukup kuat untuk menghentikan pendarahan, lepas ikatan setiap sepuluh menit, selama satu menit, jika pada saat dilepas tidak terjadi lagi pendarahan jangan ikat lagi nadi tersebut.
Pernafasan mulut ke mulut
Singkirkan segala sesuatu yang mungkin mengganggu pernafasan dari mulut penderita, misalnya : makanan, permen atau lumpur. Baringkan penderita dalam posisi terlentang. Buka mulut penderita dengan cara menguakkan rahangnya, jaga agar selama dilakukan pernafasan buatan mulut selalu dalam keadaan terbuka. Tutup lubang hidung penderita. Tiup mulut penderita dan lepaskan mulut anda dari mulut penderita serta perhatikan adakah mulut pasien mengeluarkan kembali udara yang anda tiupkan. Jika tidak, periksa sekali lagi barangkali masih terdapat sesuatu yang menghalangi pernafasan di dalam mulut penderita. Teruskan meniupkan udara ke dalam mulut penderita. Untuk orang dewasa lakukan 12 tiupan selama satu menit dan untuk anak-anak diperlukan 20 tiupan tiap menit.
Membantu denyut jantung
Lakukan pengurutan segera setelah jantung berhenti berdenyut, letakkan kedua telapak tangan anda dalam keadaan saling bertumpuk di bagian paling bawah dada penderita. Tekan dengan telapak tangan bawah sedalam kurang lebih sedalam 5 cm. Ulangi tekanan dan lakukan 60 tekanan dalam 1 menit.
Pemderita shock/terkejut
Apabila seseorang mengalami shock maka wajahnya akan tampak pucat, tubuhnya dingin dan berkeringat. Nafasnya memburu. Usahakan untuk membaringkannya dan menempatkan kakinya pada posisi yang lebih tinggi dari kepala, kecuali apabila terdapat luka di kepalanya. Selimuti tubuhnya agar hangat tetapi jangan sampai terlalu panas untuknya. Berikan minuman tak berakohol kepada penderita dengan menambahkan gula atau garam pada minuman tersebut, apabila penderita dalam keadaan benar-benar sadar. Ajaklah penderita bercakap-cakap atau bujuklah dengan kalimat-kalimat yang menenangkan sambil menggenggam tangannya.
Tersedak makanan
Berdirilah di belakang penderita dan peluklah pinggangnya dengan kedua tangan. Biarkan kepal dan tubuh bagian atasnya menggantung ke depan. Kepalkan salah satu tangan anda dan tekan kepalan ini pada perut bagian atas, tepat di bawah tulang iga dan di atas pusat. Tarik kuat-kuat kepalan tangan anda ke arah atas dengan gerakan menghentak. Ulangi beberapa kali hingga makanan keluar dari tenggorokan penderita.


FUNGSI OLI

FUNGSI OLI
Minyak pelumas (oli) mempunyai kualitas jenis dan tujuan penggunaan yang berbeda-beda, semua jenis oli mencantumkan kode-kode yang jelas terhadap kegunaan dan fungsinya.
Kode yang tertera pada kemasan kaleng minyak pelumas itu menunjukan tipe dan dalam kaleng, Telah lulus dalam pengujian (test) oleh lembaga-lembaga Internasional yang dianggap paling berwenang untuk menentukan standart mutu minyak pelumas, Lembaga atau badan Internasional yang melakukan test bersama itu adalah :
API : American Petrolium Institute
ASTM : American Society for Testing Material
SAE : Society of American Engineers

Kode SAE menunjukan tingkat kekentalan (viscosity), kode yang diberikan oleh API yang menggunakan huruf-huruf :

Mesin Bensin : SA,SB,SC,SD,SE
Mesin Diesel : CA,CB,CC,CD


KLASIFIKASI MESIN BENSIN

SE : Kode klasifikasi tertinggi untuk mobil-mobil penumpang, didasarkan oleh pabrik untuk digunakan pada semua mobil buatan tahun 1972 ke atas, dibandingkan dengan pelumas lain kode SE mempunyai daya pelingdung lebih besar terhadap oksidasi, korosi (karat) dan kotoran yang timbul akibat suhu tinggi.

SD : Satu tingkat di bawah SE, minyak pelumas SD dibuat khusus untuk mobil-mobil buatan tahun 1978-1970 dan beberapa mobil penumpang tertentu keluaran tahun 1971.

SC : Sebelum kode SC dahulu yang digunakan adalah kode MS dan khusus dibut untuk mobil-mobil keluaran tahun 1967, Tipe SC merupakan minyak pelumas bermutu tinggi karena mengandung addictive (campuran untuk meningkatkan kualitas) yang dapat mencegah karat dan mengandung bahan yang dapat mencegah besi menjadi keropos.

SB : Tergolong minyak pelumas mutu rendah yang sebelumnya menggunakan kode ML-MM, mengandung addictive yang menghambat tumbuhnyakarat, oksidasi oli dan keausan pada mesin, hanya sesuai untuk mobil-mobil keluaran tahun 1950-an.

SA : Tergolong minyak pelumas yang dikategorikan paling rendah dan dinilai tidak memenuhi mutu standart, tidak ada kendaraan yang cocok menggunakan minyak pelumas tipe tersebut.

KLASIFIKASI MESIN DIESEL
C : Menunjukan bahwa minyak pelumas tersebut hanya sesuai digunakan pada mesin diesel, Kode C ini selalu disertai oleh huruf lain, umumnya C atau D.

CC : Menunjukan bahwa minyak pelumas tersebut sangat cocok untuk mesin diesel kendaraan bermotor, mulai dari mobil penumpang sampai ke truk yang digunakan untuk tugas-tugas berat (heavy duty trucks).

CD :Menunjukan bahwa minyak pelumas tersebut cocok untuk digunakan setiap mobil penumpang diesel, meskipun diperlengkapi dengan turbo charger, mesin-mesin truk besar sampai ke mesin alat-alat besar.

SE/CC : Menunjukan bahwa minyak pelumas tersebut serbaguna, dapat digunakan untuk mobil-mobil penumpang bermesin atau diesel dan truk-truk besar.


ANGKA KEKENTALAN
Angka-angka di belakang kode SAE menunjukan kekentalan minyak pelumas pada suhu tertentu, makin tinggi angka, makin kental minyak pelumas tersebut dan makin berat bobotnya, jika angka itu disertai oleh W (winter), maka batas kekentalannya diukur pada batas suhu nol derajat Fahrenhait (C-17,8° dibawah nol), minyak pelumas menjadi encer jika dipanaskan tetapi minyak pelumas kualitas baik proses menjadi encer itu dapat dihambat karena pemakaian addictive, maka banyak pelumas 10W, pada suhu C-98,9° memiliki kekentalan yang sama seperti SAE 30, 40, 50. Kualitas seperti ini juga dimiliki oleh minyak pelumas dengan kekentalan majemuk (multi Viscosity) yang dapat digunakan untuk segala macam iklim dan cuaca, misalnya 10W-30, 10W-40 dan sebagainya.



ANGKA ROMAWI

ANGKA ROMAWI
  • Angka yang sama ditulis dua atau tiga kali, mempunyai nilai kelipatan : (XX=20, XXX=30, CC=200, CCC=300 dst.)
  • Bila angka bilangan kecil diletakan sebelum angka bilangan besar akan memberikan nilai kurang (negatif). Misal angka 4 = IV. Ternyata angka satu diletakan sebelum angka lima. Jadi angka terbaca 4 itu dalah 5-1, (IV=4, XC=90, CM=900 dst.)
  • Bila angka bilangan kecil diletakan sesudah angka bilangan besar memberikan nilai tambah (positif). Misalnya : angka 6=VI. Ternyata angka satu diletakan setelah angka lima. Jadi angka terbaca 6 itu adalah 5+1, (VI=6, LXX=70, MCC=1200 dst.)

I
=
1

XIX
=
19

LXI
=
61

CCI
=
201
II
=
2

XX
=
20

LXX
=
70

CCX
=
210
III
=
3

XXI
=
21

LXXV
=
75

CCXV
=
215
IV
=
4

XXIV
=
24

LXXX
=
80

CCL
=
250
V
=
5

XXV
=
25

LXXXV
=
85

CCXCIX
=
299
VI
=
6

XXVI
=
26

XC
=
90

CCCI
=
301
VII
=
7

XXIX
=
29

XCV
=
95

CCCL
=
350
VIII
=
8

XXX
=
30

XCIX
=
99

CD
=
400
IX
=
9

XXXV
=
35

C
=
100

D
=
500
X
=
10

XL
=
40

CI
=
101

DC
=
600
XI
=
11

XLI
=
41

CV
=
105

DCL
=
650
XII
=
12

XLIV
=
44

CIX
=
109

DCC
=
700
XIII
=
13

XLV
=
45

CX
=
110

DCCC
=
800
XIV
=
14

IL
=
49

CL
=
150

CM
=
900
XV
=
15

L
=
50

CLX
=
160

CML
=
950
XVI
=
16

LV
=
55

CLXXV
=
175

M
=
1000
XVII
=
17

LIX
=
59

CXC
=
190

MC
=
1100
XVIII
=
18

LX
=
60

CC
=
200

MCM
=
1900